Kata sejarah tentu sudah tidak asing lagi dalam kehidupan kita sehari-hari, kita selalu menghubungkan sejarah dengan masalalu namun ternyata tidak semua peristiwa masa lalu itu disebut dengan sejarah, lho... untuk lebih lanjut yuukkkk kita belajar bersama-sama apa itu pengertian sejarah?
Dikutip dari Buku ajar pengantar ilmu sejarah (2013), ada banyak pengertian sejarah menurut bahasa, diantaranya yaitu ; Kata sejarah secara harfiah berasal dari kata Arab (شجرة : šajaratun) yang artinya pohon.
Dalam bahasa Arab sendiri, sejarah disebut tarikh (خ اري ت). Adapun kata tarikh dalam bahasa
Indonesia artinya kurang lebih adalah waktu atau penanggalan. Kata Sejarah lebih dekat pada
bahasa Yunani yaitu historia yang berarti ilmu atau orang pandai. Kemudian dalam bahasa
Inggris menjadi history, yang berarti masa lalu manusia. Kata lain yang mendekati acuan
tersebut adalah Geschichte yang berarti sudah terjadi.
Dalam istilah bahasa-bahasa Eropa, asal-muasal istilah sejarah yang dipakai dalam literatur
bahasa Indonesia itu terdapat beberapa variasi, meskipun begitu, banyak yang mengakui bahwa
istilah sejarah berasal-muasal,dalam bahasa Yunani yaitu historia. Dalam bahasa Inggris dikenal
dengan history, bahasa Prancis historie, bahasa Italia storia, bahasa Jerman geschichte, yang
berarti yang terjadi, dan bahasa Belanda dikenal geschiedenis.
Menilik pada makna secara kebahasaan dari berbagai bahasa di atas dapat ditegaskan bahwa
pengertian sejarah menyangkut dengan waktu dan peristiwa. Oleh karena itu masalah waktu
penting dalam memahami satu peristiwa, maka para sejarawan cenderung mengatasi masalah ini
dengan membuat periodisasi.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia Pengertian sejarah yaitu ; (1) Asal usul, keturunan, atau silsilah. (2) Kejadian atau peristiwa yang benar-benar terjadi pada masa lampau, riwayat, tambo. (3) Pengetahuan atau uraian tentang kejadian atau peristiwa yang benar-benar terjadi pada masa lampau (Hapsari dan Adil, 2016:7).
Adapun pengertian sejarah menurut beberapa tokoh adalah sebagai berikut :
- Herodotus (484 - 425 SM) mendefinisikan sejarah bukan berkembang dan bergerak lurus ke depan dengan tujuan yang pasti , melainkan bergerak melingkar , yang tinggi dan rendahnya lingkaran disebabkan oleh keadaan manusia itu sendiri.
- Ibnu Khaldun ( 1332-1406 M ) mendefinisikan sejarah sebagai catatan tentang manusia dan peradabannya dengan seluruh proses perubahan secara nyata dengan segala sebab dan akibatnya.
- R.G. Collingwood ( 1889-1943 ) mendefinisikan sejarah sebagai penyelidikan tentang hal - hal yang telah dilakukan manusia pada masa yang lampau.
- Sartono Kartodirdjo ( 1921-2007 ) mendefinisikan sejarah pada hakikatnya dibatasi oleh dua hal , yaitu sejarah dalam arti objektif dan sejarah dalam arti subjektif . Sejarah objektif menunjuk kejadian atau peristiwa itu sendiri . Adapun sejarah subjektif dipengaruhi oleh emosi dan pikiran sejarawan atau penulis sejarah tentang suatu peristiwa.
- R. Mohammad Ali mendefinisikan sejarah sebagai berikut : (1) Sejarah adalah keseluruhan perubahan , kejadian , peristiwa , dan kenyataan yang memang benar - benar terjadi di sekitar kita. (2) Cerita tentang perubahan - perubahan itu sendiri . (3) Ilmu yang menyelidiki tentang perubahan perubahan , peristiwa , dan kejadian yang benar - benar terjadi pada masa lampau.
- Muhammady Yamin (1903-1962) mendefinisikan sejarah sebagai ilmu pengetahuan yang disusun atas hasil penyelidikan dari berbagai peristiwa yang dapat dibuktikan.
Berdasarkan pengertian-pengertian tersebut, dapat disimpulkan bahwa sejarah adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari berbagai peristiwa atau kejadian penting yang terjadi dalam kehidupan manusia pada masa lalu.
Sumber :
Hapsari & Adil. (2016). Sejarah Indonesia Jilid I
Izzah, L., & Sumartono, H. (2013). Pengantar Ilmu
Sejarah.

Komentar
Posting Komentar